6 Pasang Surut Tertinggi di Dunia6 Pasang Surut Tertinggi di Dunia

Pasang surut, naik turunnya permukaan laut secara alami yang disebabkan oleh tarikan gravitasi bulan dan matahari, merupakan salah satu fitur paling menakjubkan dari lautan Bumi. Sementara sebagian besar wilayah pesisir mengalami pasang surut dalam berbagai tingkat, beberapa tempat di dunia mengalami fluktuasi pasang surut yang luar biasa. Rentang pasang surut ini tidak hanya mengesankan karena ukurannya tetapi juga karena ekosistem unik dan aktivitas manusia yang dipengaruhinya. Berikut adalah daftar 6 pasang surut tertinggi di dunia, yang diurutkan berdasarkan rentang pasang surutnya, dengan wawasan terperinci tentang ukuran, lokasi, dan sejarah yang kaya di baliknya.

1: Teluk Fundy – 53,4 kaki
Teluk Fundy, yang terletak di antara provinsi Nova Scotia dan New Brunswick di Kanada, menyandang gelar sebagai tempat dengan pasang surut tertinggi di dunia. Kisaran pasang surut di sini dapat mencapai 53,4 kaki, dengan beberapa daerah mengalami pergeseran permukaan air lebih dari 50 kaki hanya dalam waktu enam jam. Fluktuasi pasang surut yang sangat besar ini disebabkan oleh bentuk teluk itu sendiri, yang menyalurkan air dari Samudra Atlantik, sehingga memperkuat efek pasang surut. Kesempitan dan kedalaman mulut teluk meningkatkan kekuatan, menjadikan pasang surut sebagai salah satu yang paling ekstrem di Bumi. Teluk Fundy telah menjadi bagian penting dari sejarah dan ekonomi wilayah tersebut, mendukung industri perikanan yang berkembang pesat dan menyediakan salah satu garis pantai paling indah di Amerika Utara. Pasang surut lokal telah memengaruhi kehidupan sehari-hari orang-orang di daerah tersebut selama berabad-abad, dan bahkan memiliki makna budaya, karena banyak festival dan acara lokal dibangun di sekitar perubahan pasang surut yang dramatis. Selain pasang surut, teluk ini juga merupakan rumah bagi kehidupan laut yang luar biasa, termasuk beragam spesies paus, burung, dan anjing laut, yang tertarik dengan perairan yang kaya nutrisi.

2: Teluk Ungava – 52,5 kaki
Teluk Ungava, yang terletak di bagian utara Quebec, Kanada, adalah lokasi lain yang terkenal karena rentang pasang surutnya yang sangat besar, yang dapat mencapai hingga 52,5 kaki. Teluk ini, yang terletak di daerah terpencil di Kutub Utara Kanada, mengalami pergeseran pasang surut yang luar biasa yang dipengaruhi oleh posisi geografisnya dan bentuk lahan di sekitarnya. Perilaku pasang surut Teluk Ungava terutama diatur oleh prinsip-prinsip yang sama yang berlaku di Teluk Fundy: garis pantainya yang berbentuk corong memperkuat pasang surut, menciptakan tontonan visual yang dramatis. Meskipun wilayah ini jarang penduduknya dan tidak setenar titik pasang surut lainnya, wilayah ini merupakan fitur penting dari lingkungan Kutub Utara. Pasang surut merupakan kekuatan pendorong dalam ekosistem lokal, khususnya yang memengaruhi pola migrasi spesies laut dan industri perikanan yang menopang masyarakat lokal. Pasang surut ekstrem Teluk Ungava juga memiliki implikasi praktis untuk navigasi dan pengiriman di wilayah tersebut, yang memerlukan perencanaan dan pertimbangan yang cermat karena perubahan besar pada permukaan air.

3: Cook Inlet – 46,9 kaki
Cook Inlet, yang terletak di Alaska, AS, mengalami beberapa pasang surut terbesar di dunia, dengan kisaran pasang surut mencapai 46,9 kaki. Geografi teluk ini, khususnya penyempitan jalur air saat bergerak ke pedalaman, berkontribusi terhadap variasi pasang surut yang dramatis. Cook Inlet terkenal dengan perubahan pasang surutnya yang ekstrem, yang terjadi dua kali sehari. Ukuran pasang surut memengaruhi segalanya mulai dari pengiriman lokal hingga perilaku satwa liar. Pasang surut yang terkenal di wilayah ini, sebuah fenomena alam di mana pasang surut yang datang menciptakan aliran air yang tiba-tiba dan kuat, merupakan daya tarik populer bagi para petualang dan pendayung kayak. Salah satu aspek yang paling menonjol dari pasang surut Cook Inlet adalah kondisi lingkungan unik yang diciptakannya, yang memungkinkan keanekaragaman hayati laut yang kaya, termasuk berang-berang laut, anjing laut, dan berbagai spesies ikan. Pasang surut di sini juga memainkan peran penting dalam industri minyak dan gas Alaska, karena operator harus memperhitungkan pola pasang surut dalam konstruksi dan pengoperasian anjungan dan jaringan pipa.

4: Teluk Bristol – 45,9 kaki
Teluk Bristol, yang terletak di pesisir barat daya Alaska, juga mengalami salah satu pasang surut tertinggi di dunia, mencapai ketinggian hingga 45,9 kaki. Teluk ini dikelilingi oleh daerah pegunungan, dan pasang surut air laut diperkuat oleh bentuk dan geografi wilayah yang unik. Pergeseran pasang surut yang besar ini berdampak signifikan pada ekosistem, khususnya dalam hal perikanan. Teluk Bristol merupakan rumah bagi salah satu perikanan komersial yang paling berharga dan produktif di dunia, yang dikenal dengan populasi salmon sockeye yang melimpah. Pasang surut tidak hanya memengaruhi kehidupan laut tetapi juga memengaruhi praktik penangkapan ikan, karena nelayan harus beradaptasi dengan jadwal pasang surut untuk memaksimalkan hasil tangkapan mereka. Pasang surut di Teluk Bristol telah menjadi bagian dari sejarah lokal selama ribuan tahun, dengan masyarakat adat bergantung pada sumber daya teluk untuk bertahan hidup. Saat ini, wilayah tersebut tetap menjadi bagian penting dari ekonomi Alaska dan warisan alamnya.

5: Mont-Saint-Michel – 44,6 kaki
Mont-Saint-Michel, sebuah pulau kecil berbatu di lepas pantai Normandia di Prancis, terkenal tidak hanya karena biara abad pertengahannya tetapi juga karena pasang surutnya yang luar biasa. Kisaran pasang surut di sini dapat mencapai hingga 44,6 kaki, dan perbedaan dramatis antara pasang surut tinggi dan rendah mengubah lanskap, menciptakan sebuah pulau yang dapat diakses melalui jalan lintas saat air surut tetapi benar-benar terisolasi saat air pasang. Pasang surut di Mont-Saint-Michel dipengaruhi oleh bentuk dan geografi teluk, yang menyalurkan air pasang masuk ke area tersebut, meningkatkan dampaknya. Mont-Saint-Michel adalah situs Warisan Dunia UNESCO, dan fenomena pasang surutnya telah menjadi bagian dari sejarahnya selama berabad-abad. Biara, yang berdiri sejak abad ke-8, telah menyaksikan pasang surut yang tak terhitung jumlahnya, dan perairan di sekitarnya telah memainkan peran dalam kepentingan strategisnya selama abad pertengahan, termasuk perannya dalam pertahanan. Saat ini, pasang surut menarik ribuan wisatawan, tertarik tidak hanya oleh signifikansi historis situs tersebut tetapi juga oleh kekuatan pasang surut yang menakjubkan.

6: Teluk Saint-Malo – 43,5 kaki
Terletak di bagian barat laut Prancis, Teluk Saint-Malo mengalami pasang surut dengan kisaran hingga 43,5 kaki. Daerah ini terkenal dengan pantainya yang luas, kota tua yang indah, dan efek pasang surut yang kuat yang telah membentuk sejarah dan budaya daerah tersebut. Saint-Malo secara historis merupakan kota maritim utama, dan pasang surutnya yang tinggi memungkinkan kapal-kapal untuk berlayar di pelabuhan dan daerah sekitarnya. Teluk Saint-Malo juga merupakan rumah bagi berbagai macam kehidupan laut, yang tumbuh subur di perairan kaya nutrisi yang dibawa oleh pasang surut. Kisaran pasang surut yang tinggi telah memberikan pengaruh yang bertahan lama pada industri lokal, khususnya perikanan dan pariwisata. Saint-Malo adalah tujuan wisata yang populer, dan perubahan pasang surutnya merupakan bagian integral dari daya tarik daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *