Tidak ada kiat tunggal yang cocok untuk semua orang dalam membersihkan meja dapur. Terlepas dari apakah meja dapur Anda terbuat dari granit, akrilik, laminasi, atau bahan lainnya, meja dapur tersebut harus mampu menahan semua tumpahan — tidak peduli seberapa besar atau kecilnya.
Selalu tanyakan tentang tingkat perawatan meja dapur sebelum Anda mengenakan sarung tangan karet untuk membersihkan tumpahan. Setiap permukaan berbeda, dan beberapa bahan dapat menahan kecelakaan dapur lebih baik daripada yang lain. Bahkan jika Anda seorang koki kelas dunia , meja dapur Anda pasti akan mengalami sedikit kerusakan, tetapi tahukah Anda cara mengembalikan setiap permukaan ke kemegahan aslinya? Kiat-kiat membersihkan ini akan memastikan bahwa meja dapur Anda akan berkilau dan bersinar selama bertahun-tahun yang akan datang.
1: Granit
Granit adalah batuan beku, dan sifat alaminya serta beragam warnanya menjadikannya pilihan yang bergaya untuk meja dapur masa kini. Granit dapat digunakan untuk membuat banyak perkakas rumah tangga, termasuk ubin lantai dan paving stone, tetapi meja dapur adalah salah satu cara paling populer untuk menggunakan material ini.
Produk pembersih yang mengandung asam dan apa pun yang berbahan dasar cuka dapat merusak granit, jadi gunakan hanya air hangat, sabun secukupnya, dan spons basah atau kain lembut untuk membersihkan permukaannya. Granit dapat berpori jika tidak disegel dengan benar, jadi harus dibersihkan secara menyeluruh dan disegel sebelum dipasang. Beberapa perusahaan menjual perlengkapan pembersih khusus yang berisi larutan khusus untuk melindungi permukaan, jadi hubungi penyedia granit atau perusahaan yang memasang meja dapur Anda untuk menanyakan tentang produk khusus.
2: Kayu
Kayu mudah rusak, jadi cobalah untuk segera membersihkan semua tumpahan untuk mencegah noda dan menjaga meja dapur tetap kering. Sekitar sebulan sekali, gosokkan minyak biji rami atau minyak mineral ke kayu untuk melindunginya dari kelembapan. Berikut ini beberapa kiat pembersihan tambahan:
Hilangkan noda dengan larutan 1/4 cangkir pemutih klorin dalam 1 liter air hangat. Bilas, keringkan, dan lapisi dengan minyak.
Untuk menghilangkan bau yang terserap oleh meja kayu, gosok permukaannya dengan irisan lemon.
Untuk membersihkan meja dapur dari kayu, campurkan 1/2 cangkir soda kue ke dalam 1 liter air hangat. Gosokkan pasta tersebut ke kayu menggunakan sabut gosok sintetis. Bilas hingga bersih dan keringkan sisa air. Setelah kering, pulihkan lapisan akhir dengan menggunakan minyak biji rami rebus yang digosok dengan sabut baja halus. Rawat meja dapur dengan dua lapis minyak, aplikasikan dengan jarak 24 jam, keringkan sisa air setelah setiap aplikasi.
3: Baja Tahan Karat
Garis-garis bersih dan tampilan modern baja tahan karat menjadikannya pilihan populer untuk meja dapur, tetapi dibutuhkan usaha khusus untuk menjaga permukaan yang membutuhkan perawatan tinggi ini tetap berkilau dan bersih. Baja tahan karat sangat sensitif terhadap atmosfer, dan bila terkena bahan kimia atau material keras, baja tahan karat dapat rusak secara permanen. Demikian pula, membiarkan material basah di suatu permukaan akan menyebabkan perubahan warna, jadi meja dapur Anda harus selalu dijaga agar tetap kering.
Agar baja antikarat tetap bersih, cuci permukaannya secara teratur dengan air hangat dan sedikit soda kue. Selalu keringkan meja dapur secara menyeluruh setelah dibersihkan untuk mencegah timbulnya bercak air. Waspadalah terhadap endapan mineral, yang sangat sulit dibersihkan pada material ini. Untuk menghilangkan endapan ini, gunakan sedikit cuka dan bilas dengan air. Jangan pernah menggunakan bahan abrasif seperti sabut baja. Kain atau bantalan yang kasar akan menggores permukaan dan merusak lapisan baja antikarat yang memantulkan cahaya.
4: Formika
Formika murah, tidak memerlukan banyak perawatan, dan dapat bertahan lama jika dirawat dengan benar. Formika tersedia dalam berbagai warna dan pola serta dapat dipasang di atas laminasi yang sudah ada, yang dapat mengurangi biaya saat tiba saatnya mengganti meja dapur.
Untuk membersihkan meja dapur Formica, hindari pembersih abrasif — termasuk amonia atau pemutih — dan gunakan sabun lembut, kain lembut, dan air hangat. Pastikan untuk segera membersihkan tumpahan untuk mencegah noda. Formica mudah dirawat jika tumpahan segera dibersihkan, tetapi jika noda sudah menempel, noda tersebut hampir tidak mungkin dihilangkan. Formica juga cenderung meninggalkan bekas, tetapi pembersih kaca rumah tangga dapat mengembalikan permukaan ke tampilan aslinya.
5: Batu Silestone
Silestone terbuat dari kuarsa — bahan alami yang sangat kuat. Meja dapur Silestone Anda harus dilapisi dengan polesan pelindung yang tahan gores, noda, dan gosong, sehingga akan terlindungi apa pun yang bersentuhan dengannya. Silestone dapat menahan kopi, jus lemon, anggur, cuka , minyak zaitun , dan tumpahan riasan. Bersihkan permukaan menggunakan pembersih rumah tangga yang lembut. Pastikan untuk menghindari pembersih yang keras, dan selalu gunakan spons atau bantalan pembersih yang tidak abrasif untuk menghilangkan noda membandel. Anda juga harus menghindari penggunaan tekanan atau tenaga yang berlebihan. Jika noda menempel di permukaan, rendam area tersebut sebentar untuk melonggarkan partikel membandel, lalu gunakan kain lembut untuk mengangkat dan menghilangkan noda.
6: Beton
Beton merupakan pilihan meja dapur serbaguna dengan berbagai gaya dan warna, dan permukaannya juga ramah lingkungan. Dua bahan utama beton (pasir dan air) tersedia dalam jumlah banyak, dan bahan daur ulang seperti kaca juga dapat disertakan dalam campurannya.
Bila beton digunakan di rumah, beton sering diawetkan dan disegel untuk perlindungan dan keawetannya. Untuk membersihkan permukaan beton, gunakan campuran cuka dan air, dan selalu hindari sabun abrasif dan larutan pembersih yang mengandung bahan kimia keras. Bantalan dan spons abrasif juga dapat merusak permukaan.
7: Ubin Keramik
Ubin keramik yang dilapisi dan tidak dilapisi digunakan untuk meja dapur. Tidak seperti kebanyakan permukaan lainnya, meja dapur dari ubin keramik dapat menyerap panas dari panci dan wajan yang panas. Ubin keramik sangat tahan lama, tetapi nat di antara ubin tersebut lunak, berpori, dan rentan retak. Gunakan kiat-kiat berikut untuk menjaga meja dapur Anda tetap bersih:
Gunakan sikat gigi atau sikat kuku untuk menggosok nat. Untuk menghilangkan jamur, celupkan sikat ke dalam pemutih rumah tangga.
Saat Anda membersihkan nat , jangan gunakan pembersih abrasif yang keras, yang dapat menggores lapisan glasir pada ubin keramik.
Tersedia banyak pembersih ubin dan nat berbahan busa dan semprot. Ikuti petunjuk produsen, dan bilas dengan air untuk menyelesaikan pekerjaan. Pastikan untuk mengenakan sarung tangan karet, dan jangan menghirup uap dari pembersih semprot.
8: Akrilik
Anda harus berusaha keras untuk merusak meja dapur akrilik. Panci yang sangat panas akan meninggalkan bekas luka bakar permanen pada permukaannya, tetapi bubuk gosok atau sabut baja akan menghilangkan noda dan goresan.
Untuk pembersihan rutin:
Gunakan pembersih abrasif ringan yang dioleskan langsung ke meja dapur yang basah.
Bilas sampai bersih.
Keringkan dengan kain lembut.
9: Marmer
Meja dapur marmer berpori dan rentan terhadap noda, tetapi tidak terpengaruh oleh panas.
Rawat marmer dengan lapisan batu khusus untuk mengurangi porositasnya, dan segera bersihkan tumpahan anggur, jus buah, dan makanan asam lainnya untuk mencegah goresan permanen pada permukaan. Pembersih abrasif akan merusak permukaan marmer, dan polesan minyak serta lilin lembut dapat mengubah warnanya.
Meskipun banyak pembersih komersial yang tersedia, boraks yang digosokkan ke permukaan dengan kain basah juga dapat membersihkan marmer. Bilas dengan air hangat, lalu gosok hingga kering dengan kain lembut.